BERITAJEMBER, Jember—Cuaca buruk yang mulai menghampiri Jember setiap siang hingga sore hari, membuat otoritas Bandara Notohadinegoro waspada. Mereka minta pilot maskapai Tri MG yang disewa Pemkab Jember untuk rute Surabaya – Jember PP lebih disiplin.
Kasi Data, Analisa, dan Pelaporan Dinas Perhubungan (Dishub) Jember Ajib menyatakan, di masa peralihan musim kemarau ke musim hujan, cuaca di Jember sering memburuk pada siang hingga sore hari. “Tapi kami tetap berupaya ada tiga kali penerbangan sesuai jadwal semula,” katanya kepada Erje kemarin (19/10).
Menurut dia, hampir setiap sore kawasan Jember selalu diguyur hujan. Bahkan, sekitar pukul 13.00 sudah disambangi awan pekat. “Jika cuaca buruk, demi keselamatan penerbangan, terpaksa jadwal penerbangan terakhir beberapa kali kami batalkan (cancel),” ungkapnya.
Namun, kata dia, Sabtu lalu meskipun Jember diguyur hujan sekitar pukul 15.00, hari itu masih ada tiga kali penerbangan. “Saat itu pesawat terakhir sudah berangkat pukul 14.00,” ujarnya.
Karena itu, pihaknya selalu koordinasi dengan pilot ketika transit di Jember. “Kami hanya minta pilot agar lebih disiplin dengan jam kedatangan dan berangkat pesawat agar sore hari tidak terhambat masalah cuaca,” tuturnya.
Dia menjelaskan, pesawat milik maskapai Tri MG yang menggunakan armada LET 410 tergolong pesawat kecil. Sehingga, dalam sejumlah hal masih mengandalkan pengamatan visual, bukan otomatis sebagaimana pada pesawat berbadan besar.
“Kalau sudah mendung, pilot kesulitan melakukan pengamatan visual. Kalau pesawat besar kan navigasinya sudah otomatis,” terang Ajib. Karena itu, jika cuaca buruk, penerbangan pesawat LET 410 sedikit mengalami hambatan.
Petugas BMG Bandara Notohadinegoro Ruji Sistanto menjelaskan, selama ini pihaknya selalu mendapat pasokan informasi prakiraan cuaca dari BMG Juanda. “Sedangkan kami di sini hanya mengamati cuaca riil di sekitar bandara,” katanya.
Selanjutnya, kata dia, setiap 30 menit selalu melaporkan ke petugas pengatur lalu lintas udara (air traffic control). Data yang dilaporkan meliputi suhu dan tekanan udara, arah dan kecepatan angin, pengamatan awan visual, visibility (jarak pandang), dan kondisi cuaca.
Dia menegaskan, pihaknya tidak bisa memberikan keputusan bahwa sebuah penerbangan bisa diteruskan atau tidak. “Itu pilot yang paling tahu dan bisa memutuskan. Yang jelas, sebelum menerbangi rutenya, petugas BMG Juanda selalu memberikan informasi prakiraan cuaca kepada pilot dari Surabaya hingga kota tujuan,” bebernya. [jawapos.com]