BERITAJEMBER, Jember— Kelangkaan pupuk yang terjadi di Jember benar-benar membuat para petani pusing. Kemarin, ribuan petani di tiga tempat di Jember menghadang dan membeli paksa pasokan pupuk yang baru datang tersebut. Masing-masing di Desa Gambirono Bangsalsari, Desa Paleran, Kecamatan Umbulsari, dan di Kelurahan Kranjingan, Kecamatan Sumbersari.
Sebelumnya, aksi “penjarahan” serupa juga terjadi di Desa Balungkidul Balung Jember. Di Desa Gambirono Bangsalsari, aksi penghadangan truk pengangkut pupuk terjadi sekitar pukul 11.30. Sejak pagi ribuan massa sudah berkumpul di pertigaan Gambirono. Berkumpulnya para petani setelah mereka mendengar kabar bakal ada kiriman pupuk untuk daerah Paleran Umbulsari dan Bangsalsari. Para petani yang membutuhkan pupuk akhirnya berkumpul untuk menghadang truk pengangkut pupuk.
Tak lama berselang, truk pengangkut pupuk yang dikemudikan Sukadar melintas. Saat itu, truk tersebut tengah mengangkut 7 ton pupuk urea bersubsidi yang rencananya akan dikirim ke Desa Paleran, Kecamatan Umbulsari. “Saya melihat ada kerumunan orang. Tapi saya tidak menduga kalau akan terjadi seperti ini (penghadangan, Red),” kata Sukadar.
Selanjutnya, ribuan petani itu langsung menghadang truk dan sebagian naik ke atas bak truk untuk menurunkan puluhan sak pupuk. Sebelum pergi dan membawa pulang pupuk, para petani sempat menyerahkan uang ke salah seorang kru truk. “Mereka ambil dan menyerahkan uang. Tapi siapa saja mereka dan jumlah uangnya berapa, saya tidak tahu. Sebab kejadian itu begitu cepat,” kata Sukadar.
Dari kejadian itu, sebanyak 62 sak pupuk urea Kaltim bersubsidi pun “hilang”. Padahal rencananya pupuk tersebut jatah untuk para petani di Paleran dan Umbulsari.
Takut pupuk habis diambil para petani, 88 sak pupuk yang tersisa langsung dilarikan ke daerah Paleran. Sebab pupuk itu memang jatah untuk desa tersebut. Namun sampai di perempatan Desa Paleran, Umbulsari, ratusan petani juga sudah menghadang. Kali ini truk pun tak bisa berbuat banyak.
Hanya saja, saat itu tidak ada petani yang naik ke atas bak truk. Sebab sudah ada anggota polsek yang berjaga-jaga. Akhirnya truk dimasukkan ke halaman Kantor Desa Paleran, Kecamatan Umbulsari. Kemudian secara bergantian ratusan petani membeli sisa pupuk yang ada di dalam truk dengan pengawalan pihak kepolisian.
Meski sudah diatur, namun tidak semua petani mendapat bagian. Hanya 88 orang saja yang pulang membawa pupuk, sedangkan ribuan yang lain pulang dengan tangan hampa. “Ndak komanan (Kebagian lagi, Red) padahal saya antre sejak pagi,” kata Ismail, salah seorang petani asal Paleran Umbulsari kemarin.
Menurut para petani, mereka nekat menghadang dan membeli paksa pupuk tersebut karena karena tanamannya sudah waktunya pemupukan. Sedangkan stok pupuk di kios-kios pertanian yang ada di Umbulsari semuanya kosong.
Setiap kali ada kiriman jumlahnya juga tidak banyak sehingga banyak petani yang tidak kebagian. “Tanaman saya sudah berumur 10 hari. Waktunya pemupukan. Kalau terlambat, nanti pertumbuhannya tidak maksimal,” kata Joko salah seorang petani asal Paleran.
Tak hanya itu, aksi penghadangan itu dilakukan karena petani sudah tak sabar lagi. Karena pemupukan tanamannya sudah terlambat. Sedangkan mencari pupuk tidak pernah ada. Akhirnya begitu mendengar informasi mereka langsung berusaha mendapatkan. “Tanaman saya sudah tua. Namun belum pernah dipupuk. Kalau ini dibiarkan maka tidak akan panen,” kata Kastar, petani lainnya.
Keruwetan penyaluran pupuk tidak hanya terjadi di kawasan Bangsalsari tapi juga di Kelurahan Kranjingan, Kecamatan Sumbersari. Pupuk yang dikirim distributor dicegat terlebih dahulu oleh petani yang sebelumnya sudah menunggu sejak pagi.
Begitu truk yang mengangkut 7,5 ton pupuk datang, para petani langsung menyerbu untuk membeli paksa. Banyaknya petani yang berebut pupuk itu membuat sopir tidak bisa berbuat banyak. Karena dihadang petani, pupuk urea merek Daun Buah yang tersisa 5,5 ton dibawa ke Kelurahan Kranjingan karena kesulitan menghindari petani. Pembagian pupuk sisa tersebut di Kelurahan Kranjingan bisa dikendalikan karena dijaga petugas dari Polsek Sumbersari dan PPL. [jawapos.com]






